Cedera Olahraga: Apa yang Harus Dilakukan Jika Terus Berulang

Apakah anda mengalami cedera olahraga yang berulang kali selama beberapa bulan ini? Apakah anda mulai merasa nyeri setelah berolahraga beberapa menit atau satu babak? Apakah anda atlet, tidak bisa berprestasi maksimal karena cedera tidak kunjung baik, atau divonis harus pensiun dini dan meninggalkan olahraga yang anda cintai?

Mengapa cedera olahraga sering berulang? Apa yang harus anda lakukan agar bisa berolahraga atau berprestasi seperti dulu?

Cedera olahraga bisa terjadi pada atlet, pada non-atlet yang berolahraga rutin, juga pada yang hanya sesekali berolahraga di saat libur pekan. Semua bisa terkena.

Biang keladinya adalah tendo dan ligamen yang lemah. Cedera olahraga yang terjadi berulang-ulang juga juga hanya terjadi pada tendo dan ligamen yang lemah, tidak pada tendo dan ligamen yang kuat. Terkilir, cedera atau robek tendo dan ligamen akibat gerakan atau benturan kuat adalah normal. Tetapi jika terjadi akibat gerakan ringan saja, berarti tendo atau ligamen yang cedera sudah lemah terlebih dahulu sebelum terjadi cedera. Begitu juga rasa tidak nyaman atau nyeri setelah berolahraga satu babak atau beberapa menit.

Serabut tendo dan ligamen yang lemah itu biasanya pernah cedera, berat maupun ringan, dan tidak sembuh 100%. Tidak dapat sembuh 100% itu akibat cedera berulang karena masalah biomekanik (otot tidak seimbang, kelurusan tulang tidak tepat, atau teknik olahraga yang salah), tidak cukup aliran darah dan zat pertumbuhan, atau pemulihan cedera olahraga yang tidak cukup waktu.

Obat anti nyeri dan injeksi anti radang tidak akan menyelesaikan masalah cedera olahraga. Tendo dan ligamen yang lemah harus dibuat kuat kembali dengan terapi regeneratif, berupa proloterapi atau PRP, jika tendo atau ligamen hanya terkilir atau robek sebagian.  Jika putus total, biasanya harus disambung kembali dengan pembedahan.

Selain dengan proloterapi, faktor-faktor biomekanik yang membuat tendo lemah dan cedera olahraga berulang harus diperbaiki. Kekuatan dan aktivasi otot yang tidak seimbang diperbaiki dengan latihan kekuatan otot dan peregangan. Fungsi sensor gerakan sendi (propriosepsi) dilatih kembali. Kelurusan tulang diperbaiki dan diproteksi dengan alat bantu seperti brace khusus, kinesiotaping atau pemakaian alas kaki dan perlengkapan olahraga yang tepat. Teknik olahraga yang salah juga harus diperbaiki untuk mencegah cedera olahraga berulang.

Periksa cedera olahraga anda ke dokter yang tepat, serta dapatkan penanganan yang tepat dan komprehensif. Obat anti nyeri saja tidak menyelesaikan masalah, otot-sendi yang rusak harus ditumbuhkan kembali. Faktor biomekanik harus diperbaiki agar cedera olahraga tidak berulang kembali.  Proloterapi dan program rehabilitasi cedera olahraga yang komprehensif paling tepat untuk atlet yang ingin berprestasi kembali, atau non-atlet yang ingin dapat berolahraga kembali supaya bugar.

Baca artikel-artikel  lain kesehatan otot-sendi & cedera olahraga, klik di sini.



 Siapakah Dokter Aditya, dokter proloterapi anda? Dokter dari mana? Praktek dimana dan kapan? Kemana harus menghubungi jika ingin bertemu Dokter Aditya? Ingin informasi lebih jelas klik di sini.

Mengapa harus berobat ke Dokter Aditya? Apa kelebihan berobat ke Dokter Aditya dibandingkan berobat ke dokter anda sebelumnya? Penasaran apa saja klik di sini.


dr. Aditya Wahyudi, SpKFR
Ahli Otot-Sendi & Cedera Olahraga
Ahli Proloterapi

Klinik Halmahera Medika
Jl. Halmahera no. 2 Bandung
Appointment: Telp 022-42690156 atau WA 0817-6040-808